Misterius.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah proaktif dalam upaya mitigasi banjir dengan menjalin kolaborasi teknis bersama Kodam XXI/Radin Inten. Kerja sama ini difokuskan pada pendalaman talud saluran air di berbagai titik prioritas di Kota Tapis Berseri.
Inisiatif ini merupakan strategi pencegahan dini, mengingat puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Desember 2025 hingga awal 2026. Pendalaman talud bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aliran air dan memperkuat struktur penahan tanah di area drainase utama.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menjelaskan bahwa kedalaman talud akan ditingkatkan menjadi 30 sentimeter, hampir dua kali lipat dari kondisi awal (15–20 sentimeter). “Pendalaman ini bukan hanya menambah ruang air, tetapi juga memastikan tepi saluran lebih stabil saat debit tinggi, untuk mencegah longsor atau kerusakan,” ujarnya pada Selasa (2/12/2025).
Fokus pengerjaan akan diarahkan pada:
- Kawasan yang berdekatan dengan sungai besar.
- Jalur drainase primer dan wilayah dengan riwayat genangan tahunan.
- Titik-titik dengan potensi erosi tanah saat curah hujan ekstrem.

Pekerjaan fisik akan dimulai pada Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Januari 2026, dengan dukungan tenaga lapangan dari Kodam XXI/Radin Inten.
Pemkot Bandar Lampung juga menurunkan Satgas Forkopimda serta satuan tugas per kecamatan yang dibentuk oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan pengawasan dan pelaksanaan berjalan efektif.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menekan risiko genangan, meminimalkan kerusakan lingkungan, dan mempercepat penanganan jika ditemukan hambatan di lapangan. Pemkot Bandar Lampung memandang program talud ini sebagai investasi penting untuk kenyamanan dan keamanan warga saat menghadapi cuaca ekstrem.
Dengan pendalaman dan penguatan talud, pemerintah optimis potensi banjir perkotaan dapat dikendalikan lebih awal, sehingga masyarakat Bandar Lampung dapat menjalani musim hujan dengan lebih aman dan tenang.
