Misterius.co.id — Kegiatan Posyandu yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan terbukti memberikan dampak besar bagi tumbuh kembang balita serta kesehatan para lanjut usia (lansia). Menariknya, Posyandu yang digelar tidak hanya menyasar balita, tetapi juga melibatkan lansia dalam pelayanan kesehatan terpadu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 11 November 2025.
Kepala UPTD Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat, Dr. Eka Ririn Marantika, bersama para bidan desa, ibu-ibu pratin, serta kader Posyandu, terus menjadi penggerak utama agar balita dan lansia dapat rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.
Salah satu contoh Posyandu yang aktif adalah Posyandu Guwai Helau di Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara. Setiap bulannya, Posyandu ini secara konsisten melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, tidak hanya bagi balita, tetapi juga bagi para lansia.
Keunikan Posyandu Guwai Helau terletak pada adanya pemberian reward atau apresiasi sederhana bagi balita yang rajin datang serta lansia yang aktif memeriksakan kesehatannya. Meski hadiah yang diberikan tidak besar, hal tersebut terbukti mampu menumbuhkan semangat ibu-ibu dan para lansia untuk selalu hadir dan memanfaatkan layanan kesehatan gratis.
Dr. Eka Ririn Marantika mengatakan bahwa dirinya bersama beberapa bidan desa secara rutin turun langsung ke pekon-pekon untuk memantau pelaksanaan Posyandu. “Kami ingin memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Jika ada kendala di lapangan, bisa langsung kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Dalam kegiatan Posyandu yang didampingi bidan desa dan tenaga kesehatan tersebut, pemeriksaan balita dilakukan secara detail, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, pemberian imunisasi, hingga vitamin. Sementara untuk lansia, pemeriksaan difokuskan pada keluhan penyakit yang umum dialami seperti asam lambung, rematik, dan penyakit degeneratif lainnya, termasuk penyediaan obat-obatan yang dibutuhkan.
Lebih lanjut, Dr. Ririn juga berpesan kepada seluruh kader Posyandu agar terus melakukan pemantauan terhadap balita dan lansia yang belum rutin hadir. Menurutnya, pemahaman tentang pentingnya kesehatan harus terus diberikan, terutama di tengah masih maraknya kasus gizi buruk dan stunting. “Ini harus kita perangi bersama. Kami tidak akan bosan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara langsung,” pungkasnya. (Amsiruddin)
