Dompet Dhuafa Lampung Gelar Monev Pos Genzi di Kota Karang untuk Tekan Stunting

Dompet Dhuafa Lampung Gelar Monev Pos Genzi di Kota Karang untuk Tekan Stunting

Misterius.co.id – Komitmen menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus diperkuat. Dompet Dhuafa (DD) Lampung bersama Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Lampung menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) bulan ketiga Program Pos Genzi (Gerakan Sadar Gizi) di Kelurahan Kota Karang, Teluk Betung Timur.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026 di kediaman Lilis, kader Posyandu Melati 5. Pelaksanaan monev ini sekaligus menjadi refleksi menjelang peringatan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari, sebagai pengingat pentingnya upaya berkelanjutan dalam memperbaiki pola asuh gizi di tingkat keluarga.

Program ini mendapat dukungan dari PT Amara dan Traya sebagai mitra donatur yang memberi perhatian pada isu gizi anak di Provinsi Lampung. Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuran antropometri berupa tinggi dan berat badan balita untuk memantau perkembangan tumbuh kembang dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, peserta mengikuti post-test Gerakan Sadar Gizi serta sesi jajak pendapat antara kader dan penerima manfaat.

Kolaborasi antara DD Lampung dan AIMI Lampung telah berjalan sejak 2022. Kerja sama ini secara khusus menyasar ibu hamil dan balita melalui berbagai program edukasi dan pendampingan kesehatan.

Staf Program Pilar Kesehatan DD Lampung, Ajeng Dini Utami, menegaskan bahwa persoalan gizi membutuhkan proses panjang dan konsisten.

Menurutnya, memasuki tahun keempat pendampingan, Dompet Dhuafa tetap membersamai AIMI karena perbaikan gizi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui pemantauan rutin dan edukasi berkelanjutan seperti yang diterapkan dalam Pos Genzi.

Hal senada disampaikan Ketua AIMI Lampung, Upi Fitriyanti. Ia menilai keberhasilan program sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para kader posyandu di tingkat lingkungan.

Selama empat tahun terakhir, Pos Genzi telah dijalankan secara konsisten di berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Sinergi lintas pihak diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh para kader. Romlah, kader Posyandu Melati 3, mengaku sistem kerja yang diterapkan membuat pengelolaan posyandu menjadi lebih teratur sekaligus menambah wawasan dan jejaring antar kader.

Ia menyebut para kader kini lebih kompak saling membantu demi memastikan anak-anak di lingkungannya tumbuh sehat.

Manfaat serupa dirasakan Rima, salah satu ibu balita penerima manfaat. Ia merasa terbantu dengan adanya pemantauan rutin dari tim pendamping, sehingga kondisi tumbuh kembang anak dapat diketahui lebih dini.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen melanjutkan perjuangan melawan stunting melalui gerakan sadar gizi di tingkat masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *