Lebih dari 2.000 Jamaah Hadiri Pelantikan Serentak 20 MWC NU se-Bandar Lampung

Lebih dari 2.000 Jamaah Hadiri Pelantikan Serentak 20 MWC NU se-Bandar Lampung

Misterius.co.id — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Semergou, Minggu malam (25/1/2026). Lebih dari 2.000 jamaah dan kader Nahdlatul Ulama (NU) memadati ruangan hingga meluber ke area selasar. Malam itu menjadi momen bersejarah: pelantikan serentak 20 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandar Lampung, tokoh lintas sektoral, serta pengurus badan otonom (Banom) NU. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menegaskan posisi strategis NU sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat pembangunan mental dan spiritual masyarakat di Kota Tapis Berseri.

Membangun Kemandirian dari Tingkat Kecamatan

Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo, menegaskan bahwa pelantikan serentak ini merupakan langkah “jemput bola” dalam pelayanan umat. Dengan kepengurusan resmi di 20 kecamatan, PCNU ingin memastikan program keumatan—mulai dari pendidikan, dakwah, hingga sosial keagamaan—benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat ranting.

“Kita tidak ingin pengurus hanya ada di atas kertas. Dua puluh MWC ini adalah ujung tombak yang akan bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat. Kehadiran ribuan jamaah malam ini adalah bukti bahwa energi Nahdliyin di Bandar Lampung sedang membara,” ujar Adji di hadapan Forkopimda.

Pesan Kebangsaan dari KH Said Aqil Siroj

Dalam Mauidhoh Hasanah, Prof. KH. Said Aqil Siroj menekankan pentingnya peran NU dalam merawat Islam Nusantara yang moderat dan toleran. Ia mengingatkan bahwa pengurus MWC memiliki tanggung jawab besar sebagai “penjaga gerbang” dari masuknya ideologi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Menurutnya, kader NU harus memiliki keseimbangan antara kapasitas intelektual dan kedalaman spiritual agar mampu membentengi umat dari paham ekstrem sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.

Transformasi Organisasi yang Lebih Modern

Pelantikan akbar ini bukan sekadar seremoni. Secara organisatoris, langkah PCNU Bandar Lampung menggelar pelantikan serentak menunjukkan transformasi manajemen yang lebih modern, efektif, dan terkoordinasi.

Dengan menyatukan prosesi dalam satu momentum besar, PCNU tidak hanya menciptakan efek gaung (echo) yang luas di tengah masyarakat, tetapi juga melakukan efisiensi sumber daya. Anggaran dan energi yang dihemat dapat dialihkan untuk memperkuat program kerja nyata di masing-masing kecamatan.

Kehadiran Forkopimda juga menjadi sinyal kuat harmonisasi antara umaro (pemerintah) dan ulama di Bandar Lampung. Sinergi ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial, mengingat NU memiliki basis massa akar rumput yang tersebar di seluruh kecamatan.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para kiai sepuh Lampung. Doa dipanjatkan agar para pengurus MWC yang baru dilantik senantiasa diberi kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah selama satu masa khidmat ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *