Aliansi Cipayung Plus Ultimatum Rektorat Unila soal Dugaan Kecurangan Pemira 2025

Misterius.co.id — Aliansi Cipayung Plus bersama Koalisi Satu Cita secara resmi menyatakan sikap atas aksi unjuk rasa yang digelar menuntut ketegasan Rektorat Universitas Lampung (Unila) terkait dugaan kecurangan dalam Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Unila 2025. Aksi tersebut ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjaga marwah demokrasi kampus yang dinilai telah dicederai oleh praktik tidak jujur dan tidak adil. Rabu (24/12/2025).

Sepanjang tahapan Pemira Unila 2025, aliansi mahasiswa mengaku menemukan serta mengantongi sejumlah indikasi kecurangan serius yang berpotensi merugikan hak politik mahasiswa dan melanggar prinsip demokrasi. Namun hingga aksi digelar, Wakil Rektor III Universitas Lampung selaku penanggung jawab bidang kemahasiswaan dinilai tidak memberikan respons yang jelas dan konkret, bahkan tidak turun langsung menemui massa aksi.

Sikap tersebut menuai kecaman dari mahasiswa. Jenderal Lapangan aksi, Naufal Dwiky, menilai ketidakhadiran Wakil Rektor III sebagai bentuk pembiaran yang disengaja oleh pimpinan universitas.

“Mahasiswa datang membawa data, membawa fakta, dan membawa tuntutan. Namun yang kami temui justru sikap diam. Ketika Wakil Rektor III memilih tidak hadir, itu artinya Rektorat sedang membiarkan demokrasi kampus dirusak,” tegas Naufal di hadapan massa aksi.

Aliansi menilai sikap tidak responsif tersebut sebagai bentuk penutupan mata terhadap dugaan kecurangan yang terjadi. Mahasiswa juga menyoroti lemahnya tanggung jawab institusional pimpinan universitas dalam menjamin pelaksanaan Pemira yang jujur dan adil. Bahkan, muncul dugaan adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu yang menghambat penyelesaian persoalan secara objektif dan transparan.

“Kami menduga ada tekanan dan intervensi yang membuat Wakil Rektor III tidak berani bersikap. Jika benar demikian, ini sangat berbahaya. Kampus tidak boleh tunduk pada kepentingan tertentu,” lanjut Naufal.

Menurut aliansi, kondisi tersebut berpotensi merusak kepercayaan mahasiswa terhadap Universitas Lampung sekaligus mencederai nilai-nilai demokrasi kampus yang seharusnya dijaga oleh seluruh unsur pimpinan universitas.

Atas dasar itu, Aliansi Cipayung Plus dan Koalisi Satu Cita secara resmi menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

Mendesak Rektor Universitas Lampung untuk segera mengambil sikap tegas atas persoalan Pemira Unila 2025, mengingat aksi mahasiswa tidak memperoleh kejelasan dari Wakil Rektor III.

Mendesak Wakil Rektor III Universitas Lampung untuk segera menyatakan sikap secara terbuka kepada seluruh mahasiswa terkait dugaan kecurangan Pemira Unila 2025.

Menuntut dilakukannya evaluasi dan investigasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pemira Unila 2025, dengan membentuk Tim Pencari Fakta guna mengusut dugaan kecurangan yang terjadi.

Menuntut pembatalan hasil Pemira di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Fakultas Teknik Universitas Lampung yang dinilai tidak sah dan cacat secara demokratis.

Aliansi juga menyampaikan ultimatum keras kepada pihak Rektorat. Apabila dalam waktu 1 x 24 jam tidak ada langkah konkret dan sikap resmi yang ditunjukkan, mahasiswa memastikan akan menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi massa yang lebih besar.

“Kami tidak akan berhenti sampai ada sikap resmi. Jika hari ini Rektorat memilih diam, maka besok kami akan datang dengan jumlah yang lebih besar,” pungkas Naufal.

Pernyataan sikap ini ditegaskan sebagai komitmen mahasiswa dalam menjaga demokrasi kampus yang bersih, jujur, adil, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *