Misterius.co.id – Birohmah Universitas Lampung (Unila) resmi mengawali rangkaian program Ramadan 2026 dengan menggelar Pawai Semarak Ramadan di Pelataran Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi grand opening program “Ramadan di Kampus” yang untuk pertama kalinya diinisiasi oleh Birohmah.
Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Lampung, baik yang tergabung dalam lembaga dakwah maupun nonlembaga dakwah. Para peserta tampak kompak mengenakan busana muslim dan muslimah, menghadirkan suasana religius yang kental sekaligus mempererat kebersamaan antarmahasiswa.
Pawai Semarak Ramadan digelar sebagai wadah penyebaran nilai-nilai kebaikan di lingkungan kampus, khususnya dalam menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, menandai semangat kolaboratif mahasiswa dalam mendukung program keislaman di kampus hijau tersebut.
Program “Ramadan di Kampus” ini tidak berhenti pada pawai pembuka. Birohmah telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, seperti buka puasa bersama, safari ke masjid-masjid di lingkungan Unila, sahur on the road, berbagi takjil di sekitar kampus, hingga challenge mengaji yang menyasar partisipasi aktif mahasiswa.
Menariknya, pada penutupan rangkaian kegiatan nanti, panitia akan menghimpun anak-anak yatim di sekitar kampus serta mengumpulkan zakat untuk kemudian disalurkan kepada mereka sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa.
Ketua Umum Birohmah 2026, Abdurrahman Aufa, mengungkapkan bahwa dalam proses persiapan terdapat sejumlah hambatan. Salah satunya adalah memastikan jenis kegiatan yang paling tepat dan relevan dengan karakter mahasiswa Unila.
“Dalam proses persiapan tentu ada beberapa hambatan, salah satunya kami masih harus memastikan kegiatan apa yang paling pas untuk dilaksanakan. Kami juga melihat strategi ramadan di kampus yang diterapkan di kampus-kampus lain, lalu kami sesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada di Unila,” ujarnya.
Ia berharap, melalui program ini, mahasiswa Muslim di Unila dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk mengisi Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat dan bernilai kebaikan, sekaligus memperkuat ukhuwah di lingkungan kampus. (Fariza)












