Universitas Lampung

BULEGA dan POC Jadi Solusi Pangan dan Pengelolaan Limbah Warga

×

BULEGA dan POC Jadi Solusi Pangan dan Pengelolaan Limbah Warga

Sebarkan artikel ini
BULEGA dan POC Jadi Solusi Pangan dan Pengelolaan Limbah Warga

Misterius.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program BULEGA (Budidaya Lele dalam Galon) dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair (POC) di RT 05 Desa Rajabasa 2, Kecamatan Rajabasa, pada Minggu, 1 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.

Program BULEGA menghadirkan konsep budidaya ikan lele dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media utama. Galon dilengkapi keran sebagai saluran pembuangan air kotor sehingga memudahkan perawatan tanpa perlu mengangkat wadah.

Setelah galon dibersihkan dan diisi air, benih lele ditebar sesuai kapasitas. Perawatan dilakukan melalui pemberian pakan rutin serta penggantian air secara berkala. Konsep ini dirancang sebagai solusi sederhana dan ekonomis, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan lahan.

Sementara itu, demonstrasi POC dilakukan melalui praktik langsung pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga seperti sisa sayur dan buah. Bahan tersebut difermentasi menggunakan EM4 dan molase. Setelah proses fermentasi selesai, cairan disaring dan siap digunakan sebagai pupuk ramah lingkungan yang bernilai guna bagi tanaman.

Program ini dilatarbelakangi kondisi sosial ekonomi warga RT 05 yang sebagian besar bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu rumah tangga, serta masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Di sisi lain, limbah plastik dan limbah organik rumah tangga masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, program BULEGA dan POC dihadirkan sebagai solusi pemenuhan pangan mandiri sekaligus pengelolaan limbah berbasis rumah tangga.

Program diinisiasi Kelompok KKN Desa Rajabasa 2 yang terdiri dari Heri Hermawan, Andrea Wijaya, Faizma Zia Illaya, Adinda Kris Oktaria, Langgeng Nugroho Akbar, Kayla Deswita Erianti, M. Alqawiyy Putra, Rizky Mayatika Putri, Tryolla Putri Noor Harvani, Imelia Putri, Muhammad Ghifari Juniansyah, M. Tajali Nasrullah, dan Jovita Melita.

BACA JUGA  Pemilihan Tahap I, Senat FKIP Unila Saring Tiga Calon Dekan Terkuat

BULEGA dinilai memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan lahan luas, berbiaya murah, serta dapat diterapkan di lingkungan padat penduduk. Adapun POC unggul karena proses pembuatannya sederhana, ramah lingkungan, memanfaatkan limbah organik, serta berpotensi memberikan nilai guna dan nilai jual bagi masyarakat.

Tryolla Putri selaku perwakilan kelompok menjelaskan, BULEGA dipilih karena mudah diterapkan dengan biaya relatif terjangkau.

“Budidaya lele dalam galon ini tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Selain menghasilkan sumber protein, pemanfaatan galon bekas juga membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, demonstrasi POC bertujuan agar masyarakat mampu mengelola limbah organik secara mandiri.

“Melalui pembuatan pupuk organik cair, masyarakat dapat memanfaatkan sisa sayur dan buah menjadi produk yang berguna untuk tanaman, bahkan berpotensi memiliki nilai jual,” tambahnya.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan masyarakat serta mendapat izin dan dukungan dari RT setempat, serta bekerja sama dengan Komunitas Ruang Pangan. Antusiasme warga terlihat sejak tahap persiapan alat dan bahan hingga praktik langsung budidaya lele dan proses fermentasi pupuk organik cair.

Selain berdampak pada ketahanan pangan keluarga, program ini diharapkan mampu mengurangi jumlah limbah plastik dan limbah organik rumah tangga. Pemanfaatan galon bekas serta pengolahan sampah organik menjadi POC dinilai dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.

Mahasiswa berharap program BULEGA dan POC dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun sebagai sumber tambahan pendapatan. Melalui program ini, mahasiswa KKN turut berkontribusi dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (Fariza)