Lampung Selatan

Bupati Egi Ajak Masyarakat Bijak Hadapi Maraknya Penipuan Investasi

×

Bupati Egi Ajak Masyarakat Bijak Hadapi Maraknya Penipuan Investasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Egi Ajak Masyarakat Bijak Hadapi Maraknya Penipuan Investasi
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengajak masyarakat lebih kritis dan tidak mudah percaya pada tawaran keuntungan besar yang tidak masuk akal. Dok: Ist

Misterius.co.id — Janji keuntungan besar dalam waktu singkat kerap terdengar menggiurkan. Namun di balik itu, tersimpan ancaman yang tak bisa dianggap sepele. Penipuan investasi dan kejahatan digital kini kian nyata, menyasar siapa saja tanpa pandang latar belakang.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbuai oleh tawaran manis yang belum tentu memiliki dasar jelas.

“Jangan pernah membiarkan diri kita terbuai oleh keuntungan besar dalam waktu singkat,” tegasnya.

Peringatan tersebut sejalan dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencermati meningkatnya kasus investasi ilegal dan penipuan berbasis digital.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Oktofitriady, mengungkapkan bahwa modus yang digunakan semakin beragam dan tersusun rapi—mulai dari janji keuntungan tinggi, proses instan, hingga promosi agresif di media sosial.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diminta tidak lengah. Prinsip sederhana namun krusial, Legal dan Logis, harus menjadi pegangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Data Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat ratusan ribu laporan penipuan transaksi keuangan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Ratusan ribu rekening pun terindikasi terlibat dalam aktivitas ilegal, sebagian telah berhasil diblokir.

Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada kerugian nyata yang dirasakan masyarakat—tabungan yang hilang, harapan yang runtuh, hingga stabilitas ekonomi keluarga yang terganggu.

OJK pun mengimbau masyarakat yang menjadi korban untuk segera melapor melalui kanal resmi, agar langkah penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

Tak hanya itu, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap modus baru, seperti penawaran penghapusan utang oleh entitas ilegal, termasuk yang mengatasnamakan Golden Eagle. Entitas tersebut dipastikan tidak memiliki legalitas dan berpotensi menyesatkan.

Bagi Bupati Radityo Egi Pratama, kunci utama menghadapi ancaman ini adalah kesadaran dan kehati-hatian. Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap setiap informasi yang diterima—baik melalui pesan singkat, media sosial, maupun telepon dari pihak tak dikenal.

BACA JUGA  Mediasi Bupati Egi Berbuah Damai, Kasus Mbah Mujiran Tempuh Restorative Justice

“Verifikasi sebelum percaya. Karena penipuan digital sering datang dengan topeng yang sangat meyakinkan,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kewaspadaan menjadi benteng utama. Tidak mudah tergiur, memastikan legalitas, serta berani mencari kebenaran sebelum mengambil keputusan—menjadi langkah sederhana yang dapat menyelamatkan dari kerugian besar.