Misterius.co.id — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen kuat untuk menekan angka putus sekolah hingga nol pada tahun 2026. Langkah ini ditempuh melalui penguatan evaluasi program strategis pendidikan serta penelusuran data peserta didik secara menyeluruh hingga tingkat kabupaten/kota.
Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa seluruh program pendidikan tahun 2025 harus berjalan sesuai jalur, target, dan indikator yang telah ditetapkan, disertai mitigasi terhadap berbagai persoalan yang berpotensi membuat anak terlepas dari sistem pendidikan.
“Tidak boleh ada anak yang tertinggal. Kita tidak ingin ada satu pun anak Lampung yang putus sekolah pada 2026. Semua risiko harus diantisipasi sejak awal,” tegas Gubernur Mirzani.
Menurutnya, faktor ekonomi, sosial, hingga kondisi keluarga menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, penanganan tidak dilakukan secara reaktif, melainkan berbasis data dan pencegahan dini.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung memperkuat penelusuran data siswa dengan membandingkan jumlah peserta didik yang masuk sekolah dan yang lulus setiap tahun. Setiap selisih akan ditelusuri penyebabnya agar tidak ada anak yang luput dari pendampingan.
Pemerintah juga menyiapkan solusi berlapis bagi anak yang teridentifikasi tidak melanjutkan sekolah, yakni melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pembelajaran jarak jauh, dan SMA Terbuka. Selain itu, dilakukan pencacahan ulang data Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) hingga tingkat kabupaten/kota.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disdikbud berkoordinasi dengan Dinas Sosial Lampung dalam memvalidasi data berdasarkan desil ekonomi, sehingga faktor kemiskinan dapat ditangani secara akurat.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang terukur, berbasis data, dan berpihak pada masa depan anak-anak Lampung secara menyeluruh. (Amsiruddin)












