Misterius.co.id — Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari guna mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Justice Run Lampung 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Lampung, Minggu, 5 April 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza menegaskan pentingnya membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat sebagai fondasi kemajuan daerah.
“Kita dorong masyarakat Lampung untuk gemar berolahraga, hidup sehat, dan berpikir cerdas. Ini yang kita inginkan untuk kemajuan Lampung ke depan, yang dibangun secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ruang publik yang sehat dan inklusif. Menurutnya, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang positif.
“Kita ingin ruang publik yang sehat, baik secara fisik maupun sosial. Masyarakat Lampung tidak hanya sehat badannya, tetapi juga sehat cara berpikirnya, serta memiliki nilai-nilai kuat dalam menjaga integritas,” kata Mirza.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini, seperti bangun pagi dan rutin berolahraga, sebagai langkah membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan.
“Kalau masyarakat Lampung mulai terbiasa bangun pagi dan berolahraga setelah subuh, maka kita sedang membentuk budaya kehidupan yang sehat. Ini adalah salah satu hal paling penting,” ungkapnya.
Gubernur juga mendorong pemerataan fasilitas olahraga di seluruh wilayah Lampung. Ia menegaskan bahwa akses terhadap sarana olahraga merupakan hak setiap warga.
“Ke depan, fasilitas olahraga publik harus kita dorong, tidak hanya di Bandar Lampung, tetapi di seluruh kabupaten dan kota. Masyarakat punya hak untuk hidup sehat,” tegasnya.
Mirza turut mengapresiasi tema “Justice” yang diusung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tema ini memiliki makna mendalam sebagai simbol perjuangan dalam mewujudkan keadilan.
“Justice Run mengingatkan kita bahwa perjuangan untuk keadilan itu seperti berlari, membutuhkan stamina, konsistensi, dan arah yang jelas. Meskipun kadang lelah, selama tujuannya benar, kita harus terus melangkah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mencakup pembangunan karakter masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kejujuran, dan kebersamaan.
“Membangun daerah bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kejujuran, dan kebersamaan,” kata Mirza.
Di akhir kegiatan, Gubernur berharap ajang seperti Justice Run dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini. Semangatnya harus dibawa pulang ke lingkungan masing-masing, ke tempat kerja, komunitas, dan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan dan daerah di Indonesia, dengan kategori lomba 10K dan 5K untuk umum, serta 5K untuk pelajar.












