Lampung Selatan

Infrastruktur Baru di Palas, Bupati Egi Targetkan Ekonomi Desa Kian Tumbuh

×

Infrastruktur Baru di Palas, Bupati Egi Targetkan Ekonomi Desa Kian Tumbuh

Sebarkan artikel ini
Infrastruktur Baru di Palas, Bupati Egi Targetkan Ekonomi Desa Kian Tumbuh
Radityo Egi Pratama meresmikan ruas jalan Bumi Daya–Bumirestu–Trimomukti dengan prosesi pemotongan pita, sebagai simbol peningkatan akses dan konektivitas di Lampung Selatan. Dok: Ist

Misterius.co.id — Di sebuah sudut Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, ada jalan yang kini tak lagi sama. Bukan sekadar hamparan beton sepanjang 8 kilometer, tetapi jalur yang perlahan mengubah ritme kehidupan warga di Lampung Selatan.

Peresmian ruas Bumi Daya–Bumirestu–Trimomukti (R.051) pada Selasa (21/4/2026) menjadi penanda dimulainya babak baru. Sebuah prasasti berdiri, menyimpan cerita tentang proses panjang yang kini berujung pada harapan.

Di balik prosesi itu, Radityo Egi Pratama hadir dan meresmikan jalan yang menghubungkan tiga desa. Namun lebih dari itu, jalan ini seperti membuka jalur yang selama ini terasa jauh—antara hasil usaha warga dan pasar yang ingin mereka jangkau.

Dibangun dengan rabat beton selebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter, jalan ini tampak kokoh. Bahu jalannya diperkuat, seolah menegaskan bahwa ia disiapkan untuk menahan beban waktu dan aktivitas yang akan datang.

Anggaran sebesar Rp12,65 miliar yang digelontorkan pada 2025 kini menjelma menjadi akses nyata. Tapi dampaknya tak berhenti pada angka. Ia terasa dalam cerita warga—tentang perjalanan yang dulu lambat, kini menjadi lebih cepat.

Caswen, seorang pelaku UMKM di Desa Bumi Daya, merasakannya. Dulu, jalur distribusi olahan singkong seperti tiwul, gaplek, dan mocaf kerap terhambat. Kini, jalannya lebih terbuka—secara harfiah dan makna.

Perubahan ini tak datang dengan gemuruh. Ia hadir perlahan, seperti roda yang mulai berputar tanpa banyak suara. Dari desa ke desa, dari satu aktivitas ke aktivitas lain, kehidupan bergerak lebih lancar.

Pesan yang disampaikan saat peresmian pun sederhana—agar jalan ini dijaga. Namun di balik itu, tersimpan harapan yang lebih dalam: bahwa pembangunan bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi bagaimana ia digunakan dan dirawat oleh mereka yang melaluinya setiap hari.

BACA JUGA  Kapolres dan Bupati Egi Kompak Dorong Generasi Penghafal Al-Qur’an

Dan di depan prasasti itu, mungkin tersimpan satu hal yang tak tertulis—bahwa setiap jalan yang dibuka, selalu membawa kemungkinan baru bagi mereka yang melangkah di atasnya.