Misterius.co.id – Program beasiswa luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini belum menunjukkan kejelasan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menilai janji tersebut belum direalisasikan secara konkret, baik dari sisi skema, sumber pembiayaan, maupun implementasi di lapangan.
Ketua BEM UNW Mataram menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan janji di ruang publik, melainkan dari keberanian menepatinya. Ia menyebut, hingga saat ini program beasiswa luar APBD tersebut belum memberikan kepastian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, pemerintah masih berlindung di balik narasi kerja sama internasional dan kemitraan strategis, tanpa bukti nyata berupa kepastian bagi mahasiswa. Kondisi ini dinilai menimbulkan kekecewaan, terutama bagi mahasiswa yang berharap bantuan untuk membiayai pendidikan, termasuk pembayaran SPP dan kebutuhan riset.
Lebih lanjut, BEM UNW Mataram menilai ketidakjelasan program ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi juga mencerminkan lemahnya komitmen birokrasi. Banyak mahasiswa yang telah mendaftar, namun hingga kini belum memperoleh informasi mengenai kuota penerima, mekanisme seleksi, maupun jadwal pencairan.
Sebagai bentuk sikap, BEM UNW Mataram menyampaikan tiga tuntutan kepada Gubernur NTB:
- Segera membuka data secara transparan terkait mitra penyedia dana beasiswa luar APBD.
- Tidak menjadikan program beasiswa sebagai alat pencitraan politik.
- Memberikan kejelasan terkait prosedur dan realisasi program dalam waktu dekat.
Mahasiswa menegaskan bahwa mereka membutuhkan solusi nyata atas persoalan biaya pendidikan, bukan sekadar wacana. Jika tidak ada kejelasan dalam waktu yang ditentukan, mereka menilai pemerintah daerah telah gagal memenuhi komitmen terhadap kebutuhan pendidikan mahasiswa.












