Misterius.co.id – Zimmi Skill resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Lampung pada Selasa, 24 Februari 2026. Pelantikan ini menjadi titik awal bagi dirinya dalam mengemban amanah mengawal sektor perdagangan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di Provinsi Lampung.
Dalam pernyataannya, Zimmi menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen dan konsistensi.
“Jabatan ini adalah amanah, yang harus dijalankan dengan istiqomah. Ke depan seperti tagline kita bersama Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045, tentunya kami di Disperindag Provinsi Lampung, khususnya di bulan Ramadan ini, akan melakukan sidak pangan di pasar retail modern dan tradisional,” kata Zimmi.
Sebagai pimpinan di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi bahan pokok selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, lonjakan permintaan masyarakat harus diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang cukup serta distribusi yang tidak terhambat.
“Kita menjaga distribusi lancar. Di bulan Ramadan ini permintaan meningkat harus diimbangi dengan supply, dan distribusi harus lancar,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa secara umum stok bahan pangan pokok di seluruh wilayah Lampung dalam kondisi aman dan harga relatif stabil. Namun demikian, terdapat satu komoditas yang masih mengalami kenaikan harga.
“Mudah-mudahan di seluruh Provinsi Lampung bahan pangan pokok stoknya aman dan harga stabil, kecuali cabai rawit merah,” tuturnya.
Zimmi menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai rawit merah dipicu oleh berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa, sehingga berdampak pada harga di pasaran Lampung.
“Cabai naik karena supply dari Pulau Jawa berkurang, dan semoga ke depannya bisa menurun,” paparnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, Disperindag Provinsi Lampung diharapkan mampu memperkuat pengawasan pasar, menjaga stabilitas harga, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok.












