Misterius.co.id – Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan pembinaan mental dan spiritual bagi sivitas akademika dalam rangka Safari Ramadan di Aula Dekanat FP, Selasa, 3 Maret 2026.
Kegiatan bertajuk “Cahaya Ramadan: Menjalin Ukhuwah, Memupuk Ikhlas dan Integritas” tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Agenda ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan peningkatan kinerja dosen dan tenaga kependidikan sekaligus memastikan pelayanan akademik kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah pelaksanaan ibadah puasa.
Dekan Fakultas Pertanian Unila, Dr. Kuswanta Futas Hidayat, dalam sambutannya menekankan pentingnya efisiensi waktu selama Ramadan. Menurutnya, tidak adanya jeda waktu untuk makan seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan fokus dan produktivitas kerja.
“Bulan suci Ramadan ini tidak menghalangi semua aktivitas. Justru pada saat bulan Ramadan ini kinerja kita harus meningkat karena kita tidak ada acara istirahat makan dan sebagainya. Mari kita laksanakan kewajiban kita sehingga harapannya justru di bulan Ramadan ini semakin meningkat. Ramadan sendiri tidak menghalangi kita untuk beraktivitas,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unila Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menilai bahwa iklim kerja yang produktif berakar dari hubungan kemanusiaan yang harmonis di lingkungan akademik.
Ia menekankan bahwa integritas dalam menjalankan amanah akan berdampak pada kepercayaan dan kualitas pendidikan, termasuk dalam upaya peningkatan prestasi mahasiswa. Salah satu contoh yang disorot adalah inisiasi program fast track yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi magister lebih cepat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
“Integritas dalam menjalankan amanah akan membangun kepercayaan, dan ukhuwah yang terjalin erat akan menciptakan lingkungan akademik yang harmonis dan produktif,” tutur Prof. Lusmeilia.
Ia juga mengapresiasi Fakultas Pertanian Unila yang terus mendorong para dosennya untuk membimbing mahasiswa hingga menempuh pendidikan ke jenjang pascasarjana.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Asep Kholis Nurjamil menyampaikan tausiah mengenai pentingnya kebersamaan dalam Islam. Menurutnya, Ramadan memiliki keunikan karena banyak aktivitas ibadah yang dilakukan secara kolektif sehingga mampu memperkuat rasa persaudaraan.
“Salah satu kenikmatan di bulan Ramadan, hampir semua aktivitas diikat dengan kebersamaan. Buka puasa bersama, kita sering makan bareng di luar Ramadan tetapi tidak disebut buka puasa bersama. Kita juga sering shalat berjamaah di luar Ramadan, tetapi tidak disebut tarawih bersama, sahur bersama, bahkan berbagi bersama,” ujarnya.
Dalam konteks sosial, Ustaz Asep juga memberikan penjelasan mengenai zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa meskipun zakat memiliki ketentuan nisab setara 89 gram emas dan haul satu tahun, bulan Ramadan menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial.
“Zakat yang terbaik itu adalah zakat yang dikeluarkan pada bulan Ramadan, walaupun zakat kapan pun juga bisa. Kata Nabi, jika ada orang yang belum sampai pada haulnya maka di bulan Ramadan tetap diperintahkan untuk disegerakan. Apalagi ada zakat yang wajib dikeluarkan di akhir Ramadan sebelum khatib naik ke atas mimbar,” jelasnya.
Melalui sosialisasi UPZ Unila dalam kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran berzakat di lingkungan universitas dapat semakin meningkat dan terkelola secara sistematis. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan serta masyarakat sekitar yang berhak menerima, sehingga kegiatan spiritual di lingkungan Unila juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. (Fariza)












