Misterius.co.id – Universitas Lampung (Unila) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dengan mendampingi Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Gerakan Literasi Daerah (GLD).
Pendampingan dilakukan melalui konsultasi dan koordinasi bersama jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Unila, Selasa, 13 Januari 2026.
Langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Way Kanan ini dinilai sebagai upaya serius untuk mengubah pendekatan literasi dari sekadar kegiatan administratif menjadi kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang PKSI Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., menyampaikan bahwa literasi daerah membutuhkan payung hukum agar tidak berhenti pada agenda rutin dan bersifat seremonial.
Menurutnya, Perda Gerakan Literasi Daerah penting untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, desa, hingga komunitas, bergerak dalam satu kerangka kebijakan yang sama.
Dengan adanya regulasi tersebut, literasi tidak hanya diukur dari jumlah rapat atau kegiatan, tetapi dari perubahan nyata yang dihasilkan di tengah masyarakat. Pada pertemuan itu, Unila mendorong agar Perda GLD secara tegas memuat tujuan kebijakan, sasaran penerima manfaat, serta indikator keberhasilan yang terukur.
Hal ini bertujuan agar kebijakan literasi mampu menjawab persoalan riil, seperti rendahnya minat baca, keterbatasan akses informasi, serta tantangan literasi digital yang dihadapi masyarakat daerah.
Pendampingan Unila tidak hanya melibatkan Wakil Rektor, tetapi juga didukung Ketua Tim Kerja Sama Unila, Suratno, beserta tim, serta Tim Kerja Wakil Rektor Bidang Kebijakan Publik, Fajrin Satria Dwi Kesumah, yang memberikan masukan terkait perumusan kebijakan publik dan tata kelola regulasi daerah.
Dari pihak Pemerintah Kabupaten Way Kanan, delegasi dipimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Achmad Agung Bramtihalley, S.E., M.M., didampingi Kepala Bidang Perpustakaan, Dian Eka Putri, S.Sos., M.M. Turut hadir Mei Priana Setia, A.Md. selaku Arsiparis Ahli Pertama, Ahmad Khaerudin, S.E. sebagai Analis Layanan Bidang Perpustakaan, M. Taufiq Hidayat, S.I.Pust. sebagai Pustakawan Ahli Pertama, serta Diah Lestariningtyas, S.IP. selaku Pustakawan Ahli Pertama.
Unila menilai keterlibatan lintas jabatan dalam delegasi tersebut sebagai sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen regulasi, tetapi juga menyiapkan ekosistem pelaksana kebijakan literasi.
Dalam diskusi tersebut, disepakati bahwa Gerakan Literasi Daerah harus menyasar kelompok yang jelas, seperti pelajar, tenaga pendidik, komunitas desa, dan masyarakat umum, sehingga dampak kebijakan dapat dirasakan secara langsung.
Melalui pendampingan akademik ini, Universitas Lampung berharap Perda Gerakan Literasi Daerah Kabupaten Way Kanan dapat menjadi contoh kebijakan berbasis pengetahuan yang tidak berhenti pada aktivitas, tetapi mampu menghasilkan keputusan strategis, menyelesaikan persoalan nyata, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Fariza)
