Misterius.co.id – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar kuliah dosen tamu tingkat nasional dengan menghadirkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd.
Kegiatan yang berlangsung di Aula K FKIP Unila ini disambut antusias oleh ratusan mahasiswa tingkat akhir jenjang S-1 serta mahasiswa PPG Calon Guru tahun 2026. Turut hadir jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi PPG, hingga kepala sekolah mitra yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan.
Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan akademik sivitas akademika terkait kebijakan penguatan profesi guru di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa saat ini LPTK Universitas Lampung memiliki kapasitas yang sangat kuat, dengan izin penyelenggaraan PPG pada 17 bidang studi.
“LPTK Universitas Lampung memiliki kesiapan penuh, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana dalam menyelenggarakan PPG. Kami berharap sinergi dengan Ditjen GTK dapat semakin mengoptimalkan peran LPTK dalam mencetak guru profesional yang berdampak bagi pendidikan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Koordinator Program Studi PPG FKIP Unila, Dr. Edi Suyanto, M.Pd., mengapresiasi kehadiran Dirjen GTK yang dinilai memberikan nilai tambah besar bagi mahasiswa.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran Ibu Dirjen di kampus. Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan kejelasan serta gambaran masa depan karier bagi mahasiswa dan alumni FKIP Unila di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., yang mewakili Rektor Unila. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran guru di masa depan yang tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan dan pembentuk karakter generasi bangsa.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sekolah mitra menjadi kunci dalam menciptakan lulusan PPG yang siap membangun ekosistem pendidikan berkualitas,” tuturnya.
Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Arah dan Kebijakan Guru dan Tenaga Kependidikan 2026”, Prof. Nunuk Suryani memaparkan berbagai tantangan sekaligus peluang di dunia pendidikan Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa di Provinsi Lampung, sebanyak 63 persen lulusan PPG Calon Guru telah aktif mengabdi sebagai tenaga pendidik, baik melalui jalur ASN PPPK maupun di satuan pendidikan masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong para calon guru untuk terus berinovasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta responsif terhadap dinamika kebijakan pendidikan nasional guna mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Sebagai bentuk apresiasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat dan sertifikat penghargaan kepada Prof. Nunuk Suryani oleh Wakil Rektor dan Dekan FKIP Unila. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog langsung terkait peluang rekrutmen guru dan strategi pengembangan karier di masa depan.












