Misterius.co.id — Suasana Lapangan Korpri, Kalianda, Senin (30/3/2026), kembali dipenuhi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Apel mingguan itu bukan sekadar rutinitas, melainkan penanda dimulainya kembali denyut kerja pemerintahan setelah jeda panjang Idulfitri.
Di hadapan barisan ASN, Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, menyampaikan pesan yang tak biasa—tegas, lugas, dan penuh penekanan. Momentum pasca-Ramadan, menurutnya, bukan ruang untuk berlama-lama dalam suasana perayaan, tetapi saatnya bangkit dan membuktikan kinerja.
“Maknai kemenangan ini sebagai titik awal kebangkitan, bukan sekadar seremonial,” ucapnya, menyampaikan amanat Bupati Lampung Selatan.
Bagi Supriyanto, Ramadan bukan hanya ibadah, tetapi juga proses pembentukan karakter—melatih disiplin, kejujuran, dan pengendalian diri. Nilai-nilai itulah yang kini dituntut hadir dalam setiap tugas dan tanggung jawab ASN.
Hari pertama masuk kerja, lanjutnya, menjadi fase penting untuk kembali menyatukan langkah. Ia pun mengingatkan, tidak ada lagi ruang untuk menunda pekerjaan ataupun kembali pada kebiasaan lama yang menghambat produktivitas.
“Tidak ada ruang untuk menunda. Tidak ada ruang untuk bekerja setengah hati,” tegasnya.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Target besar pembangunan Lampung Selatan—maju, sejahtera, dan berintegritas—menurutnya hanya bisa dicapai dengan kerja nyata dan komitmen bersama seluruh aparatur.
Lebih dari sekadar menjalankan rutinitas, Supriyanto mengajak ASN mengubah cara pandang. Menjadi bagian dari perubahan, bukan sekadar pelaksana.
“Berpikir besar, bekerja cepat, dan bertindak tepat. Jadilah pelayan publik yang menghadirkan kepercayaan,” pesannya.
Apel pagi itu pun ditutup dengan ajakan untuk memperkuat tekad dan kebersamaan. Di balik barisan yang kembali rapi, tersimpan harapan besar—bahwa semangat baru pasca-Lebaran benar-benar menjelma menjadi kerja nyata bagi masyarakat.
“Kita rapatkan barisan dan pastikan setiap kerja kita memberi manfaat,” tutup Supriyanto.












