Misterius.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menghadiri acara Malam Kakiceran (Halal Bihalal) yang berlangsung di Pekon Kuripan, Kecamatan Pesisir Utara, dalam suasana Syawal yang penuh kehangatan dan kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dedi Irawan menyampaikan ucapan Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.
“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, saya mengucapkan Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Ia berharap momentum ini menjadi ajang untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Dedi Irawan menjelaskan bahwa Kakiceran bukan sekadar kegiatan berkumpul atau menari. Tradisi ini memiliki nilai sejarah panjang sejak tahun 1800-an, ketika para leluhur menjadikannya sebagai ruang berkumpul, berdiskusi, hingga menyusun strategi perjuangan.
“Dari tradisi ini lahir nilai kebersamaan, keberanian, dan persatuan yang hingga kini terus kita jaga,” ungkapnya.
Seiring perkembangan zaman, Kakiceran bertransformasi menjadi tradisi silaturahmi muda-mudi yang dikemas dalam seni tari, khususnya saat perayaan Idul Fitri. Hal ini menunjukkan bahwa budaya lokal mampu bertahan sekaligus berkembang tanpa kehilangan jati diri.
Ia juga menegaskan bahwa Kakiceran telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya Kabupaten Pesisir Barat sejak tahun 2016. Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas nilai luhur yang terkandung sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus melestarikannya.
Pelaksanaan Kakiceran yang berlangsung dari 1 hingga 6 Syawal menjadi penutup rangkaian Idul Fitri, sekaligus simbol kuatnya silaturahmi masyarakat. Tradisi ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal identitas budaya melalui pakaian adat dan interaksi sosial.
Sebagai tradisi khas wilayah Pugung, khususnya di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong, Kakiceran dijaga oleh Marga Pugung Tampak, Marga Pugung Penengahan, dan Marga Pugung Malaya sebagai warisan berharga yang harus terus dirawat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan adat budaya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Di akhir sambutannya, Bupati juga berharap pelaksanaan Kakiceran ke depan dapat dimulai lebih awal, sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan para penari, khususnya generasi muda.
“Mari kita jadikan Kakiceran bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, serta menjaga keharmonisan masyarakat,” pungkasnya. (Amsiruddin)












