Misterius.co.id — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Way Kanan menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang digelar di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin (GBM), Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.
Ketua DPD LDII Way Kanan, H. Sobri, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap agenda nasional organisasi.
“Kami hadir untuk menyerap langsung arahan dan program kerja hasil Munas X ini. Harapannya, apa yang diputuskan di Jakarta dapat segera kami implementasikan di Way Kanan, terutama dalam memperkuat dakwah yang menyejukkan dan kontribusi nyata bagi masyarakat di daerah,” ujarnya.
Partisipasi DPD LDII Way Kanan dalam Munas ini menjadi wujud komitmen daerah dalam menyelaraskan visi dan program kerja dengan pengurus pusat.
Berdasarkan informasi dari laman resmi LDII, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa Munas X merupakan momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.
Ia menjelaskan, Munas X mengemban sejumlah agenda penting, di antaranya meninjau capaian kinerja periode sebelumnya, merumuskan program strategis lima tahun ke depan, memberikan pandangan terhadap isu-isu nasional, serta memilih kepengurusan baru.
Dalam sambutannya, Chriswanto menekankan pentingnya peran LDII dalam menjaga ketahanan nasional di tengah dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah. Ia menyoroti sektor pangan sebagai salah satu pilar utama pertahanan bangsa.
“Mengacu pada Asta Cita, salah satu prioritas adalah ketahanan pangan. Dalam kondisi global seperti sekarang, kita harus mampu bertahan dan terus berkontribusi dalam pembangunan nasional,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Sobri menegaskan bahwa DPD LDII Way Kanan akan memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian dan kemandirian pangan di tingkat lokal.
“Kabupaten Way Kanan memiliki potensi pertanian yang besar. Kami akan mendorong warga LDII di daerah untuk selaras dengan program ketahanan pangan pusat guna mendukung kedaulatan bangsa dari tingkat desa,” pungkasnya.












