Misterius.co.id — Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai tahapan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan tahunan melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung Tahun 2027. Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Lampung di Balai Keratun Lantai III, Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Sekdaprov, ditegaskan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk menjaring masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut penting guna menjawab tantangan birokrasi sekaligus keterbatasan pendanaan daerah.
“Kita sadari bersama bahwa tugas utama pemerintah adalah mewujudkan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Namun pengalaman menunjukkan bahwa salah satu titik lemah birokrasi adalah ritme regulasi yang sering berjalan lebih lambat dibandingkan dinamika pembangunan di masyarakat,” ujar Marindo saat membacakan sambutan Gubernur.
Arah pembangunan Lampung tahun 2027 akan difokuskan pada sinkronisasi dengan program prioritas nasional serta pencapaian visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas. Kolaborasi tersebut dirancang hingga menjangkau tingkat desa.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mencatat capaian indikator makro ekonomi yang cukup positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen, sementara tingkat kemiskinan menembus angka single digit sebesar 9,66 persen. Meski demikian, pemerintah memberi perhatian khusus pada kantong kemiskinan yang masih terpusat di wilayah perdesaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, terdapat enam poin utama pembangunan tahun 2027. Pertama, meningkatkan pendapatan masyarakat serta menurunkan disparitas pendapatan. Kedua, membangun pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui peningkatan kualitas tata kelola dan tata niaga produksi pertanian, termasuk hilirisasi skala desa guna menambah nilai tambah petani.
Ketiga, pembangunan infrastruktur yang terkoneksi dan berkelanjutan, terutama untuk mendukung sektor sosial, pertanian, dan ketahanan pangan. Keempat, dukungan terhadap program makan bergizi gratis yang tidak hanya meningkatkan gizi anak dan ibu hamil, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
Kelima, mewujudkan pendidikan yang lebih baik, tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Keenam, meningkatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata, serta mewujudkan Lampung bebas stunting.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas Melalui Produktivitas, Investasi dan Industri Berbasis Potensi Daerah”, RKPD 2027 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.












