Misterius.co.id – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melaksanakan kunjungan kerja spesifik untuk meninjau pembangunan jalan tol dan infrastruktur pendukung di Provinsi Lampung, Kamis, 29 Januari 2026. Pertemuan berlangsung di Lamban Sabah Resto, Bandar Lampung, dan menjadi forum strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan konektivitas wilayah.
Kunjungan tersebut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung. Turut hadir mitra kerja Komisi V DPR RI, antara lain Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI terhadap pembangunan infrastruktur strategis di Lampung. Menurutnya, keberadaan jalan tol dan sarana transportasi yang terintegrasi menjadi kunci untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan DPR RI agar pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat, tetapi merata hingga seluruh kabupaten dan kota.
Rombongan Komisi V DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi V, Ridwan Bae. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan melihat langsung progres dan kondisi aktual pembangunan jalan tol beserta infrastruktur penunjangnya di Lampung.
Menurutnya, fungsi pengawasan DPR RI harus memastikan setiap proyek berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain pimpinan rombongan, sejumlah anggota Komisi V DPR RI turut hadir, di antaranya Mukhlis Basri, Haryanto, Irine Yusiana Roba Putri, Hanan A. Rozak, Daniel Mutaqien Syafiuddin, Ali Mufthi, Hamka B. Kady, Danang Wicaksana, Novita Wijayanti, Teguh Iswara Suardi, Abdul Hadi, Ghufran Zainal Abidin, Boyman Harun, Muhammad Syauqie, dan Harmusa Oktaviani.
Kegiatan ini juga diikuti para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Bupati Pesawaran dan Wakil Bupati Lampung Selatan hadir langsung, sementara sejumlah daerah lain mengirimkan perwakilan, termasuk dari Lampung Barat, Tanggamus, Pringsewu, Kota Bandar Lampung, dan Kota Metro.
Dari wilayah pesisir, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat diwakili Sekretaris Daerah Tedi Zadmiko bersama jajaran dinas teknis. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Pesisir Barat menyampaikan beberapa usulan strategis guna membuka keterisolasian dan memperkuat jalur distribusi di kawasan pesisir barat.
Usulan utama yang diajukan adalah pembangunan pelabuhan atau dermaga di Kuala Stabas. Fasilitas ini diharapkan menjadi simpul transportasi laut dan logistik untuk mendukung sektor perikanan sekaligus mempercepat pertumbuhan pariwisata bahari.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong perbaikan dan peningkatan kualitas Jalan Lintas Barat. Ruas jalan ini merupakan tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi barang di sepanjang pesisir barat Lampung, namun masih membutuhkan peningkatan standar agar lebih aman dan nyaman dilalui.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penyelarasan kebutuhan daerah dengan kebijakan nasional. Harapannya, hasil peninjauan dan serapan aspirasi di lapangan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret percepatan pembangunan infrastruktur yang merata, sehingga konektivitas Lampung dari wilayah tengah hingga pesisir semakin kuat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (Amsiruddin)












