Lampung

Perkuat Akses Wisata Pesisir, Gubernur Lampung Tinjau Pelebaran Jalan R.E. Martadinata hingga Padang Cermin

×

Perkuat Akses Wisata Pesisir, Gubernur Lampung Tinjau Pelebaran Jalan R.E. Martadinata hingga Padang Cermin

Sebarkan artikel ini
Perkuat Akses Wisata Pesisir, Gubernur Lampung Tinjau Pelebaran Jalan R.E. Martadinata hingga Padang Cermin
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu, 15 April 2026. | Pemprov Lampung

Misterius.co.id — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu, 15 April 2026.

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan, khususnya wilayah pesisir yang selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata daerah.

Proyek pelebaran jalan sepanjang 5,888 kilometer tersebut terbagi di dua wilayah, yakni Kota Bandar Lampung sepanjang 3,368 kilometer dan Kabupaten Pesawaran sepanjang 2,520 kilometer. Infrastruktur ini dinilai krusial untuk membuka akses yang lebih luas dan memperlancar mobilitas menuju destinasi wisata pantai.

Selama ini, keterbatasan kapasitas jalan menjadi kendala utama. Pada akhir pekan maupun musim liburan, ruas ini kerap mengalami kemacetan panjang hingga berjam-jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi di sekitar wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk proyek ini. Jalan akan diperlebar hingga memiliki ruang milik jalan (ROW) 14 meter, menggunakan konstruksi rigid pavement, serta dilengkapi drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan guna menunjang kelancaran dan keamanan lalu lintas.

Sebelumnya, melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, pemerintah telah melakukan sosialisasi dan konsultasi publik. Langkah ini bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan transparan serta melibatkan masyarakat, terutama terkait pembebasan lahan yang mencakup sekitar 110 bidang tanah dengan luas kurang lebih 3,3 hektare.

Dalam keterangannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Ia menyebutkan bahwa kawasan Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi wisata yang besar, namun belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai.

BACA JUGA  MBG Dinilai Jadi Instrumen Strategis Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Kerakyatan

Selain itu, tingginya volume kendaraan juga menjadi perhatian. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar 5 meter yang dilalui hingga 7.500 kendaraan saat akhir pekan, ruas ini termasuk salah satu titik terpadat di Lampung. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas jalan dinilai sangat mendesak.

Gubernur juga menambahkan bahwa proses pembebasan lahan hampir rampung berkat dukungan dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pembangunan tersebut.

Masyarakat setempat pun menyambut positif rencana ini. Mereka berharap proyek dapat segera direalisasikan dengan tetap mengedepankan transparansi serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas sehari-hari.

Ke depan, peningkatan akses ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Konektivitas yang lebih baik diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan potensi daerah, sehingga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.