Misterius.co.id – Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unila dan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara yang berlangsung di ruang sidang utama rektorat Unila, Jumat, 6 Februari 2026.
Rektor menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis lanjutan bagi kedua institusi dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan pelayanan publik, serta optimalisasi potensi daerah secara berkelanjutan.
Unila, lanjutnya, membuka akses seluas-luasnya bagi lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan melalui berbagai jalur masuk, baik jalur prestasi, tes, maupun mandiri. Selain itu, tersedia Program PMPAP dengan kuota lebih dari 140 mahasiswa yang memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama empat tahun bagi calon mahasiswa kurang mampu, serta fasilitas rusunawa dengan biaya terjangkau.
“Kami meyakini bahwa sinergi antara Universitas Lampung dan pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kapasitas sumber daya manusia daerah, serta pengembangan potensi wilayah secara berkelanjutan,” ujar Rektor.
Ia menambahkan, Unila siap menurunkan berbagai sumber daya dan keahlian untuk mendukung kebutuhan daerah. Melalui UPA PKK atau CCED, misalnya, Unila dapat membantu asesmen sumber daya manusia dalam pelaksanaan program manajemen talenta.
Program “Profesor Mulang Tiyuh” yang melibatkan 156 profesor Unila, termasuk yang berasal dari Lampung Utara, juga akan diarahkan untuk memberikan kontribusi langsung melalui gagasan dan aksi nyata di daerah.
“Setelah MoU ini, kami akan menindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret melalui PKS dan program teknis lainnya,” tegasnya.
Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyambut baik komitmen tersebut dan menekankan pentingnya keberlanjutan serta dampak terukur bagi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan MoU atau Perjanjian Kerja Sama (PKS), tetapi harus diwujudkan dalam program konkret yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM, baik bagi masyarakat umum maupun aparatur pemerintah.
“Kerja sama ini harus benar-benar terukur dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung Utara,” ujarnya.
Di bidang pendidikan, Pemkab Lampung Utara mendorong peningkatan kualifikasi dan kompetensi sekitar 4.000 guru dari kurang lebih 500 sekolah SD dan SMP, serta ASN melalui program pendidikan lanjutan, pelatihan, maupun kelas khusus yang fleksibel dari sisi waktu dan biaya.
Di era digital, literasi teknologi bagi pejabat dan aparatur juga menjadi prioritas, termasuk pelatihan singkat selama tiga hingga lima hari yang dapat difasilitasi fakultas di lingkungan Unila seperti MIPA dan Teknik.
Kerja sama juga diarahkan untuk menghidupkan kembali potensi unggulan daerah. Di sektor pertanian dan perkebunan, Lampung Utara yang dahulu dikenal sebagai sentra lada dan padi kini menghadapi penurunan produksi signifikan, termasuk menyusutnya luas perkebunan lada dari sekitar 22.000 hektare serta persoalan penyakit busuk pangkal batang.
Pemerintah daerah berharap dukungan riset, pengembangan varietas unggul, teknologi budidaya, dan sistem tumpang sari yang lebih efektif, termasuk untuk komoditas kopi dan tanaman tradisional lainnya.
Pada sektor UMKM, potensi komoditas ubi kayu dan kopi juga menjadi fokus pengembangan, terutama dalam penguatan produk hilir yang selama ini masih terbatas. Dengan keterlibatan akademisi dan peneliti Unila, diharapkan lahir inovasi serta pendampingan berkelanjutan yang mampu meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan masyarakat.
Kedua pihak sepakat, MoU ini menjadi langkah awal membangun kemitraan jangka panjang antara kampus dan pemerintah daerah. Melalui tindak lanjut terstruktur, pembentukan tim teknis, serta evaluasi bersama, kerja sama Unila dan Kabupaten Lampung Utara diharapkan menghadirkan perubahan nyata dan memperkuat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan. (Fariza)












