Universitas Lampung

Agribisnis FP Unila Dampingi Desa Pasuruan Petakan Potensi untuk Pembangunan Desa Inklusif

×

Agribisnis FP Unila Dampingi Desa Pasuruan Petakan Potensi untuk Pembangunan Desa Inklusif

Sebarkan artikel ini
Agribisnis FP Unila Dampingi Desa Pasuruan Petakan Potensi untuk Pembangunan Desa Inklusif

Misterius.co.id – Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan desa kembali ditunjukkan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 29 Januari 2026.

Mengangkat tema pemetaan potensi desa untuk perencanaan pembangunan perdesaan yang inklusif, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemerintah desa dan masyarakat dalam menyusun rencana pembangunan berbasis data, partisipasi warga, serta prinsip keadilan bagi seluruh kelompok.

Kepala Desa Pasuruan, Sumali, membuka kegiatan secara resmi sekaligus menyampaikan apresiasinya kepada tim akademisi Unila. Ia menjelaskan bahwa Desa Pasuruan memiliki delapan dusun dengan karakter dan persoalan yang berbeda. Karena itu, pemetaan potensi secara sistematis dinilai penting agar arah pembangunan tidak bersifat umum, melainkan tepat menyasar kebutuhan tiap wilayah.

Kegiatan ini melibatkan beragam unsur masyarakat, mulai dari aparatur desa, kepala dusun, ketua RT, hingga perwakilan pemuda. Keterlibatan lintas kelompok tersebut menegaskan semangat inklusivitas, di mana proses perencanaan tidak hanya ditentukan pemerintah desa, tetapi disusun bersama warga.

Tim pemateri terdiri dari para dosen Jurusan Agribisnis FP Unila, yakni Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.Si., Dr. Teguh Endaryanto, S.P., M.Si., Ir. Adia Nugraha, M.S., Ir. Eka Kasymir, M.S., Lidya Sari Mas Indah, S.P., M.Si., serta Amanda Seta Putra, S.P., M.Si. Materi disampaikan secara dialogis dengan mengaitkan konsep akademik dan kondisi nyata di lapangan.

Dalam pemaparan, dijelaskan bahwa potensi desa tidak hanya berupa sumber daya fisik seperti lahan, air, infrastruktur, dan fasilitas umum. Lebih dari itu, kekuatan desa juga terletak pada sumber daya manusia, kelembagaan, jaringan sosial, hingga budaya gotong royong masyarakat.

BACA JUGA  Solidaritas Kemanusiaan, Unila Bantu Korban Banjir di Aceh

Pemetaan potensi menjadi fondasi penting agar pemanfaatan Dana Desa dan berbagai program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga, bukan sekadar mengikuti pola umum.

Aspek inklusivitas juga menjadi sorotan utama. Pembangunan desa didorong agar tidak meninggalkan kelompok rentan seperti rumah tangga miskin, perempuan, lansia, penyandang disabilitas, serta pemuda yang belum bekerja. Semua kelompok diharapkan terlibat sekaligus merasakan manfaat pembangunan secara adil.

Untuk memperkuat pemahaman praktis, peserta dibagi berdasarkan dusun dan diminta membuat peta sederhana wilayah masing-masing. Dari peta tersebut, warga mengidentifikasi potensi, masalah utama, hingga merumuskan usulan kegiatan prioritas yang lebih inklusif.

Metode ini menekankan prinsip pemetaan partisipatif, yakni proses pemetaan yang lahir dari pengetahuan warga sendiri, dikerjakan bersama, dan digunakan kembali untuk kepentingan masyarakat.

Hasil pemetaan tiap dusun nantinya menjadi bahan penting dalam penyusunan RPJMDes, RKPDes, serta forum Musrenbang Desa. Dengan begitu, arah pembangunan Desa Pasuruan diharapkan semakin terukur, berbasis data lapangan, dan mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Agribisnis FP Unila menegaskan perannya sebagai mitra strategis desa dalam memperkuat kapasitas perencanaan. Pendekatan berbasis potensi lokal dan suara warga diyakini menjadi kunci menuju pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan