UIN RIL

Berawal dari Cinta Budaya Lampung, Mariska UIN RIL Raih Duta Bahasa Favorit 2026

×

Berawal dari Cinta Budaya Lampung, Mariska UIN RIL Raih Duta Bahasa Favorit 2026

Sebarkan artikel ini
Berawal dari Cinta Budaya Lampung, Mariska UIN RIL Raih Duta Bahasa Favorit 2026
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Raden Intan Lampung, Mariska Safitri, berpose usai menerima penghargaan sebagai Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026. Foto: Ist

Misterius.co.id – Menjadi peserta termuda di antara puluhan finalis bukan perkara mudah. Di sekelilingnya, berdiri mahasiswa tingkat akhir, pekerja profesional, hingga peserta program magister yang telah memiliki segudang pengalaman. Namun, kondisi itu tidak membuat Mariska Safitri menyerah.

Mahasiswa baru Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) tersebut justru berhasil mencuri perhatian dengan meraih predikat Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung Tahun 2026.

Penghargaan itu diumumkan pada malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Lampung di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (23/5/2026).

Bagi Mariska, penghargaan tersebut bukan sekadar gelar. Ada perjuangan panjang yang harus dilalui sejak awal karantina hingga malam final.

Ia mengaku sempat dihantui rasa minder karena menjadi finalis termuda. Terlebih, UIN Raden Intan Lampung telah dua tahun berturut-turut menyandang predikat Duta Bahasa Favorit.

“Awalnya saya takut tidak bisa mempertahankan prestasi senior-senior UIN RIL. Apalagi peserta lain jauh lebih berpengalaman. Tapi saya berpikir, sebagai mahasiswa baru saya harus menikmati proses dan terus belajar,” tuturnya.

Perempuan asal Ogan Lima, Kabupaten Lampung Utara, itu juga harus membagi waktu antara aktivitas karantina dengan kehidupan sebagai penerima Bright Scholarship dari YBM BRILiaN yang menetap di asrama mahasiswa.

Sebagian besar kegiatan berlangsung hingga malam hari, sementara di asrama ia tetap memiliki kewajiban mengikuti pembinaan dan kegiatan sosial bersama penghuni lainnya.

Beruntung, dukungan dari kepala asrama maupun rekan-rekan membuatnya mampu menjalani seluruh rangkaian seleksi tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai penerima beasiswa.

“Teman-teman dan kepala asrama sangat mendukung. Itu yang membuat saya tetap semangat mengikuti seluruh kegiatan,” katanya.

BACA JUGA  Biro AUPKK UIN Raden Intan Lampung Gelar Bimtek Arsip Vital, Dorong Tertib Administrasi Kampus

Perjalanan menuju malam puncak pun tidak singkat. Sebanyak 189 peserta lolos seleksi administrasi. Setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan esai, curriculum vitae, tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), wawancara, hingga unjuk bakat, hanya 20 finalis yang berhak tampil pada tahap akhir.

Mariska berhasil meraih predikat Sangat Unggul dalam UKBI. Pada sesi unjuk bakat, ia membawakan story telling berbahasa Inggris. Bersama timnya, ia juga mengembangkan program pembinaan kebahasaan berbasis aplikasi Roblox sebagai media edukasi bahasa.

Di balik pencapaiannya, tersimpan alasan sederhana yang mengantarkannya mengikuti ajang tersebut, yakni kecintaannya terhadap budaya Lampung.

Ia mengaku selama ini masih belum maksimal menggunakan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari. Dari pengalaman itulah muncul keinginan untuk lebih memahami bahasa daerah sekaligus memperdalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Saya sadar masih banyak yang harus dipelajari. Justru dari ajang ini saya semakin mencintai bahasa Indonesia dan bahasa Lampung,” ujarnya.

Yang paling membekas baginya bukan hanya penghargaan, melainkan suasana kekeluargaan yang terjalin selama masa karantina.

Alih-alih saling menjatuhkan, para finalis justru saling mendukung dan tumbuh bersama.

“Kami seperti keluarga. Semua saling menyemangati. Dari sana saya belajar bahwa kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga tentang bertumbuh bersama,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Mariska ingin membawa gagasan berbeda setelah menyandang predikat Duta Bahasa Favorit. Ia berencana mengembangkan program literasi finansial yang menyasar generasi muda, khususnya mahasiswa perantauan.

Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan sama pentingnya dengan kemampuan berbahasa karena keduanya merupakan bekal menghadapi kehidupan.

Di balik semua pencapaian itu, Mariska masih menyimpan satu mimpi besar. Ia ingin membawa kemampuan yang dimilikinya hingga ke panggung internasional.

BACA JUGA  Perkuat Sinergi, Rektor UIN RIL Audiensi dengan Wali Kota Usai Dilantik

“Saya pernah mendapat kesempatan menjadi delegasi internasional, tetapi belum bisa berangkat karena beberapa kendala. Pengalaman itu justru menjadi motivasi agar saya terus mencoba dan tidak berhenti bermimpi,” katanya.

Keberhasilan Mariska sekaligus memperpanjang tradisi prestasi UIN Raden Intan Lampung. Selama tiga tahun berturut-turut, mahasiswa kampus tersebut berhasil menyandang predikat Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung, sebuah capaian yang menunjukkan konsistensi UIN RIL dalam mencetak generasi muda yang unggul, komunikatif, dan peduli terhadap pelestarian bahasa serta budaya Indonesia.