UIN RIL

Masuk 10 Besar Nasional, UIN RIL Siapkan Strategi Pertahankan Prestasi UI GreenMetric

×

Masuk 10 Besar Nasional, UIN RIL Siapkan Strategi Pertahankan Prestasi UI GreenMetric

Sebarkan artikel ini
Masuk 10 Besar Nasional, UIN RIL Siapkan Strategi Pertahankan Prestasi UI GreenMetric
Tim UI GreenMetric bersama jajaran pimpinan dan Tim Adhoc UIN Raden Intan Lampung mengikuti 1st Assessment Meeting of UI GreenMetric Service Packages secara daring. Foto: Ist

Misterius.co.id – Bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, membangun kampus hijau bukan sekadar soal meraih posisi terbaik dalam pemeringkatan internasional. Lebih dari itu, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan lingkungan kampus yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap masa depan.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui 1st Assessment Meeting of UI GreenMetric Service Packages yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Intan Lampung secara daring, Senin (25/5/2026).

Pertemuan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan UIN RIL menghadapi UI GreenMetric World University Rankings 2026, pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang menilai komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan.

Selama beberapa tahun terakhir, UIN Raden Intan Lampung terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Sejak 2018, kampus ini konsisten menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan capaian terbaik dalam pemeringkatan UI GreenMetric.

Pada tahun 2025, UIN RIL berhasil menempati peringkat ke-10 nasional dan peringkat ke-59 dunia, sebuah pencapaian yang memperlihatkan keseriusan kampus dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah lingkungan.

Assessment meeting menghadirkan dua asesor UI GreenMetric, Prof. Dr. Ir. Djoko M. Hartono, S.E., M.Eng., dan Prof. Ir. Antony Sihombing, M.Pd., Ph.D. Kegiatan ini juga diikuti jajaran pimpinan universitas, Tim Adhoc UI GreenMetric, serta berbagai unsur terkait di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kampus tidak hanya diukur dari angka dan peringkat.

Menurutnya, nilai utama yang ingin dibangun adalah budaya keberlanjutan yang tumbuh dalam setiap kebijakan, aktivitas akademik, hingga kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

“Ini bukan sekadar pemeringkatan, tetapi bagaimana nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh benar-benar diwujudkan dalam tata kelola kampus,” ujarnya.

BACA JUGA  Raker 2026, Rektor UIN RIL Ajak Sivitas Bangun Ritme Bersama Wujudkan Visi Kampus

Ia berharap asesmen tersebut mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai proses penilaian sekaligus menjadi ruang evaluasi agar seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama dalam memenuhi setiap indikator UI GreenMetric.

Sebelumnya, Kepala Pusat Sertifikasi, Akreditasi, dan Layanan Internasional UIN RIL, Fithrah Auliya Ansar, M.Hum., Ph.D., bersama Koordinator UI GreenMetric dan Times Higher Education (THE) UIN RIL, Suci Wulan Pawhestri, M.Si., memaparkan perkembangan terbaru capaian UIN RIL.

Berbagai indikator menjadi perhatian utama, mulai dari penataan kawasan kampus, efisiensi energi, pengelolaan limbah, konservasi air, transportasi ramah lingkungan, hingga penguatan pendidikan dan riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Paparan tersebut mendapat apresiasi dari tim asesor UI GreenMetric. Mereka menilai kesiapan UIN Raden Intan Lampung menunjukkan bahwa konsep kampus hijau tidak berhenti sebagai slogan, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai program nyata yang terus dikembangkan.

Pertemuan ini juga dihadiri para wakil rektor, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Ketua dan Sekretaris LPM, Pelaksana Tugas Ketua LP2M, koordinator, kepala pusat, serta Tim Adhoc UI GreenMetric dan THE UIN RIL.

Bagi UIN Raden Intan Lampung, mempertahankan prestasi di UI GreenMetric bukan sekadar menjaga posisi di papan pemeringkatan. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa semangat menjaga lingkungan, mengelola sumber daya secara bijak, dan membangun kampus yang nyaman terus menjadi budaya bersama. Dengan cara itulah, kampus berharap tidak hanya dikenal sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.