UIN RIL

Buka Puasa Bersama, Rektor Ajak Keluarga Besar UIN RIL Bangun Kebersamaan dengan Semangat Ber-ISI

×

Buka Puasa Bersama, Rektor Ajak Keluarga Besar UIN RIL Bangun Kebersamaan dengan Semangat Ber-ISI

Sebarkan artikel ini
Buka Puasa Bersama, Rektor Ajak Keluarga Besar UIN RIL Bangun Kebersamaan dengan Semangat Ber-ISI

Misterius.co.id — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., mengajak seluruh warga kampus untuk membangun kebersamaan demi kemajuan institusi.

Ajakan tersebut disampaikan saat acara buka puasa bersama keluarga besar UIN Raden Intan Lampung yang digelar di Masjid Safinatul Ulum, Kamis, 12 Maret 2026.

“Kepada seluruh sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung, baik profesor, doktor, dosen, tenaga kependidikan, tenaga kebersihan, hingga tenaga keamanan, untuk bersama membangun kebersamaan di kampus,” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya membangun kampus dengan semangat ber-ISI, yakni Intellectuality yang bermartabat, Spirituality yang kuat, serta Integrity yang menjadi landasan dalam setiap langkah pengembangan kampus.

Prof. Wan berharap suasana kebersamaan dan kesejukan yang ia rasakan di lingkungan Kementerian Agama dapat menular ke lingkungan kampus. Ia menginginkan UIN Raden Intan Lampung menjadi kampus yang harmonis, penuh ketentraman, kebersamaan, dan persaudaraan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa dirinya baru saja kembali dilantik untuk memimpin UIN Raden Intan Lampung pada periode kedua masa bakti 2026–2030. Ia mengaku tidak menyangka kembali mendapatkan amanah tersebut, terlebih pelantikan berlangsung di bulan suci Ramadan.

Ia menceritakan bahwa dirinya bersama sembilan kandidat lain menunggu proses yang berjalan hingga akhirnya menerima undangan dari Menteri Agama pada 9 Maret 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pada 10 Maret 2026.

“Semua kita terima sebagai takdir Allah SWT. Saya bersama sembilan kandidat lain menunggu. Pada 9 Maret 2026 saya mendapat surat undangan dari Menteri Agama untuk pelantikan pada 10 Maret 2026. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, jabatan pada hakikatnya merupakan amanah yang dititipkan, diberikan, dan dianugerahkan, bukan sesuatu yang diperebutkan atau dipertaruhkan.

BACA JUGA  Semangat Idul Adha di UIN RIL, Kurban Jadi Jembatan Kepedulian dan Kebersamaan

“Yang namanya jabatan itu amanah. Amanah itu dititipkan, diberikan, dianugerahkan. Bukan untuk diperebutkan, bukan juga dipertaruhkan, apalagi saling sikut,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sejak awal dirinya telah bersiap menerima apapun hasil dari proses yang berjalan dengan sikap legowo dan lapang dada.

“Saya bersiap legowo, nerimo, lapang dada, dengan penuh keikhlasan menyimak apa pun hasilnya dari proses demokrasi kampus yang sesuai regulasi,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak saling berburuk sangka dan tetap fokus pada upaya bersama dalam memajukan kampus.

Alumni doktoral Rusia tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan pada periode pertama masa kepemimpinannya, mulai dari para wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala SPI, kepala UPT, wakil dekan, kepala pusat, kaprodi, hingga sekprodi.

Ia menilai dedikasi dan kerja sama seluruh pihak telah membawa UIN Raden Intan Lampung berkembang hingga saat ini, termasuk meraih berbagai pengakuan, di antaranya predikat sebagai salah satu most sustainable campus.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran kabinet pertama. Bapak ibu yang mendapat amanah pada periode pertama telah menunjukkan dedikasi dan bakti luar biasa sehingga UIN Raden Intan Lampung menjadi seperti saat ini. Saya tidak bisa membalas apa pun selain mendoakan semoga menjadi amal jariah,” ucapnya.

Prof. Wan juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyongsong amanah ke depan dengan niat baik demi kemaslahatan kampus.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Bukhari Muslim, Lc., M.A.

Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan kebaikan. Menurutnya, dalam kehidupan manusia yang paling penting adalah keberkahan hidup, sementara rezeki dan umur telah ditentukan oleh Allah SWT.

BACA JUGA  Karama XV UIN Raden Intan Lampung, Momentum “Restart Iman, Upgrade Amal” Mahasantri