Misterius.co.id — Suasana khidmat menyelimuti ruang sidang terbuka Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Di balik toga merah dan tatapan penuh harap, satu nama akhirnya mencatatkan sejarah baru—Asep Hidayatulloh.
Ia resmi menyandang gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor (S3) Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Rabu (4/3/2026). Tak sekadar lulus, Asep dinobatkan sebagai doktor termuda dengan predikat tertinggi, Summa Cumlaude.
Namun, capaian ini bukan sekadar angka dan gelar. Di baliknya, tersimpan gagasan besar yang ia tuangkan dalam disertasi berjudul “Pemberdayaan Program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) dalam Mewujudkan Profesionalisme Personel Polda Lampung”.
Di hadapan tim penguji yang dipimpin Wan Jamaluddin Z, Asep mengurai pemikirannya tentang pentingnya pendekatan spiritual dalam membangun integritas aparat kepolisian. Baginya, profesionalisme tidak hanya dibentuk oleh keterampilan, tetapi juga oleh kekuatan moral dan nilai-nilai keagamaan.
“Binrohtal bukan sekadar rutinitas, tetapi fondasi dalam membentuk karakter dan integritas personel,” ungkapnya.
Gagasan tersebut mendapat perhatian serius dari para penguji. Pendekatan yang memadukan sisi humanis dan spiritual dinilai relevan di tengah tuntutan profesionalisme aparat penegak hukum saat ini.
Keberhasilan Asep sekaligus menandai lahirnya doktor ke-408 dari UIN RIL—sebuah capaian yang mempertegas peran kampus dalam melahirkan intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial.
Lebih dari itu, riset yang dihasilkan diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi Polda Lampung, khususnya dalam memperkuat program pembinaan mental yang berdampak langsung pada kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Di ujung perjalanan akademiknya, Asep tidak hanya membawa pulang gelar, tetapi juga harapan—bahwa ilmu yang ia raih dapat menjadi cahaya bagi perubahan yang lebih baik.












