Berita

Kekerasan di EPA Picu Kecaman, Sikambara Lampung Desak Sanksi Tegas

×

Kekerasan di EPA Picu Kecaman, Sikambara Lampung Desak Sanksi Tegas

Sebarkan artikel ini
Kekerasan di EPA Picu Kecaman, Sikambara Lampung Desak Sanksi Tegas

Misterius.co.id — Insiden kekerasan yang melibatkan pemain Bhayangkara FC dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) terhadap pemain muda Bali United memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan pecinta sepak bola nasional. Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan serius dalam pembinaan mentalitas pemain usia dini di Indonesia.

Ketua suporter Sikambara Lampung, Junaedi, menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kegagalan dalam menanamkan nilai sportivitas sejak usia muda, Senin, 20 April 2026. Menurutnya, sepak bola tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut karakter dan etika di dalam lapangan.

“Ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini alarm bahaya bagi sistem pembinaan kita. Kalau sejak muda sudah mengedepankan kekerasan, bagaimana masa depan sepak bola kita?” ujarnya.

Junaedi menegaskan, pihak penyelenggara liga dan klub harus bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Ia mendorong adanya sanksi yang jelas dan terukur kepada pelaku sebagai bentuk efek jera sekaligus edukasi bagi pemain lain.

“Kami berharap ada sanksi tegas, bukan hanya formalitas. Harus ada efek jera. Jangan sampai hal seperti ini dianggap lumrah di kompetisi usia muda,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan pemain muda, khususnya dalam aspek mental dan emosional. Menurutnya, pelatih dan manajemen klub memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter pemain.

“Pembinaan itu bukan cuma fisik dan teknik. Mentalitas harus jadi prioritas. Klub dan pelatih harus benar-benar serius dalam hal ini,” tambahnya.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia untuk berbenah, terutama dalam menciptakan lingkungan kompetisi yang sehat, aman, dan mendidik bagi generasi muda.

BACA JUGA  TRC PPA Dukung Komitmen Polri Perkuat Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak