Berita

KNKT Didorong Usut Tuntas, Sistem Keselamatan Kereta Diminta Dievaluasi Menyeluruh

×

KNKT Didorong Usut Tuntas, Sistem Keselamatan Kereta Diminta Dievaluasi Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
KNKT Didorong Usut Tuntas, Sistem Keselamatan Kereta Diminta Dievaluasi Menyeluruh
Tody A Prabu, S.H. | Ist

Misterius.co.id – Kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur baru-baru ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Peristiwa tersebut memicu desakan kuat dari berbagai pihak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian di Indonesia.

Evaluasi ini dinilai mendesak guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.

Sejumlah poin penting yang menjadi sorotan dalam evaluasi tersebut antara lain:

Pertama, aspek sistem persinyalan dan proteksi perjalanan kereta harus ditinjau secara menyeluruh. Investigasi teknis diperlukan untuk memastikan tidak ada celah yang berpotensi menyebabkan tabrakan atau kecelakaan.

Kedua, investigasi mendalam oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi harus dilakukan secara transparan dan komprehensif. Proses ini harus mencakup seluruh aspek, mulai dari faktor manusia, kondisi teknis, hingga sistem operasional.

Ketiga, pentingnya penerapan sistem keselamatan berlapis yang kuat. Sistem ini harus mencakup integrasi antara teknologi modern, kesiapan infrastruktur, serta kedisiplinan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional kereta api.

Keempat, percepatan implementasi teknologi keselamatan seperti Automatic Train Protection (ATP) menjadi kebutuhan mendesak. Teknologi ini memungkinkan kereta berhenti secara otomatis ketika terjadi potensi bahaya atau pelanggaran sinyal.

Kelima, evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) perlu dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelalaian manusia maupun kegagalan sistem dalam pengoperasian kereta.

Selain itu, aspek keamanan perlintasan sebidang juga harus ditingkatkan secara signifikan guna meminimalkan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan atau masyarakat umum.

Desakan reformasi juga diarahkan kepada PT Kereta Api Indonesia agar melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem manajemen keselamatan. Hal ini sejalan dengan dorongan dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional yang menilai perlunya evaluasi total dalam pengelolaan keselamatan transportasi publik.

BACA JUGA  Urgensi Reformasi SDM Penegak Hukum

Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur seperti Double-Double Track (DDT) dinilai krusial untuk memisahkan jalur kereta jarak jauh dengan kereta komuter, sehingga dapat mengurangi risiko kepadatan dan potensi kecelakaan.

Sebagai langkah penguatan kebijakan, masyarakat juga mendorong keterlibatan lembaga legislatif seperti Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia untuk memberikan rekomendasi strategis kepada PT KAI, Danantara, serta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Evaluasi ini menegaskan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun. Tidak boleh ada toleransi terhadap kegagalan sistem yang berpotensi mengancam nyawa manusia.

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sipil pengguna kereta api terhadap pentingnya sistem transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan.

 

Salam,

Masyarakat Sipil Pengguna Kereta Api

TAP, S.H – Tody A Prabu, S.H