Misterius.co.id – Penguatan jejaring akademik internasional kembali ditunjukkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melalui keterlibatan Prof. Yuberti dalam forum Diskusi Dosen Program Studi Pendidikan Fisika di Fakulti Sains Pendidikan dan Teknologi, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), yang berlangsung pada 27–28 Januari 2026.
Dalam kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut, Prof. Yuberti berperan sebagai pembahas sekaligus mentor bagi para dosen muda UTM. Forum ini menjadi ruang dialog akademik yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, hingga peluang pengembangan riset kolaboratif antar kampus.
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam mendorong internasionalisasi kampus melalui kolaborasi lintas negara. Melalui forum akademik seperti ini, dosen didorong untuk tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga membangun kerja sama konkret dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Prof. Yuberti menekankan pentingnya forum diskusi sebagai wadah pertukaran ide yang konstruktif di lingkungan akademik.
“Diskusi seperti ini membuka ruang bagi dosen untuk saling belajar dan mengembangkan gagasan baru. Dari sini, potensi kolaborasi riset bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi akademik lintas institusi dapat memperkaya pendekatan pembelajaran serta memperluas perspektif keilmuan, khususnya dalam bidang Pendidikan Fisika.
Dari pihak Universiti Teknologi Malaysia, Assoc. Prof. Noor Farahwahidah Abdulrahman menyampaikan bahwa kehadiran mentor dari luar kampus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan program studi.
Ia menilai, forum diskusi ini tidak hanya memperkuat kualitas akademik, tetapi juga menjadi sarana melatih kemampuan analisis dan berpikir kritis di kalangan dosen.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi penguatan kerja sama yang lebih luas antara UIN Raden Intan Lampung dan UTM, khususnya dalam pengembangan riset dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di masa mendatang.












