Misterius.co.id – Upaya penguatan kesehatan mental mahasiswa terus digalakkan oleh Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), kampus ini menggelar kegiatan penguatan kesehatan mental bagi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Kepala PSGA UIN RIL, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos., M.Sos.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 100 perwakilan pengurus UKM. Program tersebut juga direncanakan menjadi agenda rutin PSGA ke depan.
Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik dan fisik, tetapi juga dalam membangun ketenangan batin melalui sikap tawakal dan istiqomah.
“Mahasiswa tidak hanya sehat raga, tetapi juga sehat mental,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidang psikologi. Sesi materi dipandu oleh Ketua Prodi Psikologi Islam, Annisa Fitriani, S.Psi., M.A. Narasumber pertama, Dr. Sovi Septania, M.Psi., Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Lampung sekaligus Ketua Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi HIMPSI Lampung, menekankan pentingnya kesiapan mental bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi.
Menurutnya, mahasiswa yang aktif di organisasi harus siap menghadapi kelelahan dan kesibukan yang tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat berdampak pada performa akademik.
Ia menyampaikan tiga aspek utama yang perlu dijaga mahasiswa, yakni kesehatan mental, kekuatan karakter, dan ketuntasan akademik. Ketiganya harus berjalan seimbang melalui pengelolaan energi yang tepat.
Dalam pemaparannya, Dr. Sovi juga mengungkap sejumlah tantangan yang sering dihadapi mahasiswa aktif, seperti overthinking, burnout, prokrastinasi, hingga kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (social comparison).
“Keseimbangan bukan soal membagi waktu sama rata, tetapi bagaimana mengelola prioritas dan energi secara bijak,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa organisasi kampus merupakan ruang penting untuk membentuk karakter, namun mahasiswa tetap harus mampu menjaga arah dan tidak larut dalam tekanan.
Untuk menjaga kesehatan mental, mahasiswa disarankan menerapkan manajemen waktu yang efektif, seperti teknik Pomodoro dan matriks Eisenhower, serta menyusun skala prioritas yang jelas.
Sementara itu, narasumber kedua, Khoiriyah Ulfah, M.A., dosen Psikologi UIN RIL yang juga aktif di HIMPSI Lampung serta konselor PSGA dan ULT UIN RIL, membagikan tips praktis menjaga kesehatan mental.
Ia menjelaskan pentingnya aktivitas fisik seperti olahraga rutin untuk mengurangi stres, menjaga pola makan sehat guna mendukung keseimbangan emosi, serta tidur cukup untuk memulihkan energi dan fungsi otak.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk aktif dalam kegiatan sosial sebagai upaya memperkuat kesejahteraan emosional.
Tak kalah penting, ia menekankan aspek spiritual self care melalui penguatan iman dan takwa, akhlak mulia, rasa syukur, serta kebiasaan berdoa dan mengikuti kajian keagamaan sebagai fondasi kesehatan mental yang utuh.












