Misterius.co.id — Rapat Kerja (Raker) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Tahun 2026 resmi digelar di Auditorium dan Lamban Raden Intan, Jumat, 17 April 2026. Pemanfaatan fasilitas milik kampus sendiri menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian institusi.
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Safari, M.Sos.I., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh peserta dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penggunaan fasilitas internal kampus bukan sekadar efisiensi, tetapi juga bentuk komitmen menuju kemandirian.
Sebanyak 125 peserta mengikuti raker yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 17–19 April 2026. Peserta berasal dari unsur pimpinan rektorat, fakultas, lembaga, unit kerja, hingga tenaga kependidikan.
“Raker tahun ini dilaksanakan di Lamban Pertemuan UIN Raden Intan Lampung, salah satu sarana kebanggaan kita. Ke depan, fasilitas ini akan terus kita optimalkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian kampus,” ujar Safari.
Selama kegiatan berlangsung, peserta dijadwalkan menginap selama dua hari guna mendukung efektivitas agenda. Selain pembahasan program kerja, kegiatan juga diisi dengan salat subuh berjamaah dan olahraga bersama sebagai bagian dari penguatan kebersamaan.
Raker Pemantapan Program Kerja dan Anggaran 2026 ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Agama RI. Di antaranya Sekretaris Jenderal yang memaparkan arah kebijakan, Inspektur Jenderal terkait penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta Kepala Biro SDM yang membahas peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Materi juga disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan dan Bagian Perencanaan Pendidikan Islam Kemenag RI. Sementara itu, seluruh pimpinan unit kerja UIN Raden Intan Lampung mempresentasikan arah pengembangan program serta strategi pencapaian indikator kinerja.
Dalam pelaksanaannya, raker difokuskan pada penajaman kebijakan dan arah pengembangan institusi tahun 2026. Tiga pilar utama menjadi perhatian, yakni internasionalisasi, digitalisasi, dan kemandirian sebagai upaya meningkatkan daya saing global.
Safari menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga capaian institusi. “Kita diharapkan mampu mempertahankan Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul serta mencapai milestone ketiga dalam roadmap pengembangan menuju rekognisi internasional periode 2025–2030,” tambahnya.
Selain itu, sejumlah isu strategis turut dibahas, termasuk peningkatan kualitas belanja yang berorientasi pada output dan dampak nyata. Setiap program diharapkan memberikan kontribusi langsung terhadap kinerja institusi.
Upaya diversifikasi sumber pendapatan juga menjadi perhatian, baik dari sektor akademik maupun non-akademik, sebagai bagian dari penguatan kemandirian kampus.
Seluruh peserta raker menginap di Lamban Raden Intan yang memiliki sekitar 92 kamar, mendukung kelancaran dan intensitas kegiatan selama berlangsungnya agenda strategis tersebut.












