Tanggamus

Pemkab Tanggamus Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Sinergi Tekan Angka Kasus

×

Pemkab Tanggamus Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Sinergi Tekan Angka Kasus

Sebarkan artikel ini
Pemkab Tanggamus Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Sinergi Tekan Angka Kasus
Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD, dan peserta Rembuk Stunting 2026 berfoto bersama usai kegiatan di Ruang Rapat Utama Bupati Tanggamus, Selasa (5/5/2026). Dok: Ist

Misterius.co.id — Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Bupati Tanggamus, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, dan dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tanggamus, pengurus TP-PKK, serta mitra Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Penurunan stunting bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama yang memerlukan sinergi dan kerja nyata dari semua elemen,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, tren penurunan stunting di Tanggamus sempat menunjukkan perbaikan hingga tahun 2023. Namun, pada 2024 angka tersebut kembali mengalami peningkatan, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Ini bukan kondisi yang kita harapkan. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih terarah, konsisten, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkab Tanggamus Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Sinergi Tekan Angka Kasus

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri menargetkan angka stunting di Tanggamus turun menjadi 21,62 persen pada 2026 dan 20,77 persen pada 2027. Menurut Agus, target tersebut optimistis dapat dicapai dengan kerja terukur dan berorientasi hasil.

“Kita harus meninggalkan pola kerja sekadar formalitas. Fokus pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa intervensi penanganan akan difokuskan pada 50 pekon sebagai lokus prioritas pada periode 2026–2027.

“Program dan anggaran harus difokuskan agar benar-benar berdampak pada penurunan stunting,” tambahnya.

Intervensi Diperkuat, Fokus pada Layanan Dasar

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Tanggamus, Doni Sangaji Barisang, menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat strategi percepatan penanganan stunting melalui pendekatan yang lebih terarah.

BACA JUGA  Hilang Sejak Sabtu, Suroso Ditemukan Tak Bernyawa 2 Km dari Titik Penyeberangan Sungai

Menurutnya, Pemkab Tanggamus telah menetapkan target penurunan secara bertahap yang selaras dengan target provinsi dan nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, alokasi anggaran tahun 2026 difokuskan pada dua pendekatan utama, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Pemkab Tanggamus Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Sinergi Tekan Angka Kasus

Intervensi spesifik mencakup layanan kesehatan seperti pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah darah, serta peningkatan pelayanan kesehatan dasar. Sementara intervensi sensitif menyasar faktor pendukung seperti edukasi masyarakat, perbaikan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup keluarga.

Selain itu, jumlah lokus penanganan juga diperluas dari 22 pekon pada tahun sebelumnya menjadi 50 pekon pada periode 2026–2027, guna memastikan program lebih tepat sasaran.

Pemkab Tanggamus juga mendorong inovasi melalui program Gerakan Penanganan dan Pencegahan Stunting (GEHA PENTING TANGGAMUS) sebagai upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meski masih menghadapi tantangan di sektor pendidikan dan kesejahteraan.

Namun demikian, capaian positif turut diraih, salah satunya keberhasilan seluruh pekon di Tanggamus mencapai status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2024.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Tanggamus optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.