Misterius.co.id — Tak banyak yang menyangka, di tengah gemerlap ajang nasional yang dihadiri ratusan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari seluruh Indonesia, sebuah nama dari Lampung Selatan mencuri perhatian.
Adalah Perumda Air Minum Tirta Jasa, yang secara mengejutkan berhasil menyabet penghargaan TOP BUMD Awards 2026 kategori Bintang 4. Sebuah capaian yang tak hanya berbicara soal angka dan kinerja, tetapi juga tentang kerja senyap yang akhirnya mendapat pengakuan.
Namun, cerita tak berhenti di situ.
Di balik keberhasilan tersebut, sosok Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut menjadi sorotan. Ia dinobatkan sebagai TOP Pembina BUMD 2026—sebuah penghargaan yang menandai peran pentingnya dalam mendorong kemajuan perusahaan daerah.
Tak kalah menarik, Direktur Perumda Air Minum Tirta Jasa, Julianto, juga diganjar penghargaan TOP CEO BUMD 2026. Tiga penghargaan sekaligus, dalam satu malam yang sama.
Momen itu terjadi di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Di balik panggung megah dan sorotan lampu, tersimpan cerita panjang tentang komitmen, strategi, dan kerja keras yang tak selalu terlihat.
Ajang TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai salah satu tolok ukur bergengsi di tingkat nasional. Diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), penilaian dilakukan secara ketat—mulai dari kinerja, inovasi, hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.
Tahun ini, sebanyak 248 BUMD dan BLUD ikut ambil bagian. Namun, hanya 218 yang mampu melewati seluruh tahapan penilaian secara lengkap. Di antara ratusan peserta itulah, nama Lampung Selatan muncul sebagai salah satu yang diperhitungkan.
Bupati Egi, dalam keterangannya, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Namun di balik ucapan sederhana itu, tersirat pesan kuat.
“Ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran BUMD,” ujarnya.
Sebuah kalimat yang mungkin terdengar singkat, tetapi menyimpan makna panjang tentang perjalanan yang telah dilalui.
Kini, penghargaan itu bukan sekadar simbol. Ia menjadi penanda bahwa di balik kerja-kerja yang sering luput dari perhatian, ada upaya nyata yang perlahan membuahkan hasil.
Dan Lampung Selatan—tanpa banyak suara—telah membuktikannya.












