UIN RIL

UIN RIL Perkuat Mutu Akademik, Puluhan Kaprodi Digembleng Kuasai OBE

×

UIN RIL Perkuat Mutu Akademik, Puluhan Kaprodi Digembleng Kuasai OBE

Sebarkan artikel ini
UIN RIL Perkuat Mutu Akademik, Puluhan Kaprodi Digembleng Kuasai OBE
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., memberikan arahan saat membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis Outcome Based Education (OBE). Foto: Ist

Misterius.co.id – Ambisi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) untuk membawa program studinya menembus akreditasi internasional terus diwujudkan melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) melalui Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Penyusunan Instrumen Penilaian yang digelar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Workshop yang berlangsung pada 4–7 Mei 2026 itu menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada proses, tetapi juga pada capaian kompetensi lulusan sesuai standar internasional.

Membuka kegiatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., menegaskan bahwa penguatan implementasi OBE tidak bisa lagi ditunda apabila kampus ingin bersaing di tingkat global.

“Workshop ini memang menjadi kebutuhan yang mendesak. Kita harus bergerak bersama mewujudkan visi Rektor agar program studi di UIN Raden Intan Lampung mampu meraih akreditasi internasional,” tegasnya.

Prof. Andi mengakui, implementasi kurikulum OBE yang mulai diterapkan sejak 2023 hingga kini masih memerlukan penyempurnaan. Karena itu, pemahaman seluruh pengelola program studi terhadap konsep maupun teknis penyusunan instrumen penilaian harus terus diperkuat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas program studi. Dua aspek yang menjadi fondasi utamanya adalah kurikulum yang relevan dan capaian akreditasi yang unggul.

“Yang terpenting adalah memahami substansi kurikulumnya. Jika pemahaman itu kuat, implementasinya akan lebih mudah dilakukan di setiap program studi,” ujarnya.

Workshop tersebut diikuti 49 Ketua Program Studi jenjang S1, S2, dan S3, sembilan Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta jajaran LPM UIN Raden Intan Lampung.

Ketua LPM Bambang Irfani, Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari proses penyempurnaan implementasi kurikulum OBE yang mulai dikembangkan kampus sejak tiga tahun terakhir.

BACA JUGA  Dari Aceh, Tim Peneliti UIN RIL Petakan Masa Depan Pembelajaran Berbasis AI

Ia menyebut, hasil workshop nantinya akan menjadi dasar penyusunan instrumen penilaian yang kemudian diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Akademik UIN Raden Intan Lampung (Siaril).

“Kita ingin memastikan seluruh instrumen penilaian benar-benar sesuai standar. Setelah semuanya siap, baru diintegrasikan ke dalam sistem akademik sehingga implementasinya berjalan seragam di seluruh program studi,” jelas Bambang.

Ia menegaskan, pengelolaan kurikulum merupakan tanggung jawab program studi dengan pendampingan dari LPM. Oleh sebab itu, setiap kaprodi diminta mempersiapkan seluruh dokumen akademik secara optimal sebagai bekal menghadapi audit maupun akreditasi.

Selama empat hari pelaksanaan workshop, peserta mendapatkan materi yang komprehensif, mulai dari konsep dasar Outcome Based Education, penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), penyusunan blueprint asesmen, pengembangan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), asesmen kinerja, penyusunan portofolio, hingga penyusunan rubrik penilaian berbasis outcome.

Untuk memperkaya materi, LPM menghadirkan dua narasumber dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, yakni Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Prof. Dr. Drs. H. Rohmad, M.Pd., serta Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Dr. Muhammad Nurhalim, M.Pd.

Melalui kegiatan ini, UIN Raden Intan Lampung berharap implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education dapat berjalan lebih efektif sehingga menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, serta mampu meningkatkan daya saing program studi menuju akreditasi internasional.