UIN RIL

Dosen UIN RIL Ini Diam-Diam Jadi Penentu di LKS 2026, Dari Pati hingga Malang

×

Dosen UIN RIL Ini Diam-Diam Jadi Penentu di LKS 2026, Dari Pati hingga Malang

Sebarkan artikel ini
Dosen UIN RIL Ini Diam-Diam Jadi Penentu di LKS 2026, Dari Pati hingga Malang
Suasana penilaian Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Web Technologies yang melibatkan dosen FST UIN Raden Intan Lampung sebagai juri dalam mendukung pengembangan talenta digital. Foto: Ist

Misterius.co.id – Di balik sengitnya persaingan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) DIKMEN 2026, ada peran penting yang jarang disorot. Salah satunya datang dari dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Intan Lampung.

Adalah David Naista, M.T.I., yang dipercaya menjadi juri pada bidang Web Technologies di dua daerah sekaligus, yakni Kabupaten Pati dan Kota Malang. Peran ini bukan sekadar formalitas, melainkan penentu kualitas talenta digital muda yang siap bersaing di dunia industri.

Pada 2–3 Februari 2026, ia terlibat dalam LKS tingkat Kabupaten Pati yang digelar di SMK Tunas Harapan. Menariknya, kompetisi ini berlangsung secara hybrid—peserta hadir langsung, sementara proses penilaian dilakukan secara daring oleh dewan juri.

Empat SMK terbaik di Pati ikut ambil bagian, membawa proyek dan kemampuan terbaik mereka di bidang pengembangan web.

Tak lama berselang, pada 4–5 Februari 2026, David kembali menjalankan peran serupa di Kota Malang. Kali ini, kompetisi berlangsung secara penuh tatap muka di SMK Negeri 4 Malang, dengan diikuti 10 SMK.

Dalam dua ajang tersebut, ia berkolaborasi dengan praktisi dan akademisi lain, memperkuat kualitas penilaian yang mengacu pada standar industri.

Bidang Web Technologies sendiri dikenal tidak mudah. Peserta dituntut mampu merancang hingga mengembangkan aplikasi berbasis web, dengan penilaian yang mencakup kualitas kode, desain antarmuka, hingga kemampuan menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat.

Keterlibatan dosen UIN Raden Intan Lampung dalam ajang ini menjadi sinyal bahwa kampus tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga ikut menentukan arah dan kualitas talenta digital Indonesia.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana dunia akademik mulai bergerak lebih dekat dengan kebutuhan industri, di tengah persaingan teknologi yang kian ketat.

BACA JUGA  Raker UIN RIL 2026, Senat Soroti Capaian Guru Besar dan Target Internasionalisasi